Tampilkan postingan dengan label Kertas Paradigma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kertas Paradigma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

Cerita Malam

Edit Posted by with No comments


Cerita Malam

“Tubuh hina bertekuk di dingin malam. Menusuk qqolbu ke sasaran. Banyaknya do’a kupanjatkan pada sang kuasa pengatur semua jalan”

                Detakan jam bergema menyatu dengan suara jangkrik disudut kamar. Tubuhku terpanggil menerima sahutan dinginnya angin malam. Keheningan menguasai disegala penjuru. Bersahut-sahut kepastian cicak yang saban dibalkon.
                Membasuh air suci dengan tertib, perlahan-lahan menyejukkan pikiranku yang saat ini direndung masalah. Hiasan do’a diawal dan akhir menambah sanubari lenturan ucapan untuknya zat penguasa jiwa.
                Sajadah yang kubentang tepat manusia hina berlumuran dosa, sedang mencurahkan isi hatinya kepada sang pencipta. Dengan izin penghantar malaikat-malaikat arsy akan mengabulkannya.
                Penjahat terkutuk sedang tidur, jangan bangunkan mereka ..
                Aku tak mau pertemuan khusykku dijajah olehnya ..
                AKu lupa alkan dinginnya malam yang menusuk ke palung. Walau dibawa ke gunung tertinggipun, aku tetap lupa akan suasana itu.
                Kisah malam sunyi. Antara aku dan sepi ditemani dingin menjadi penjinak diri. AKu hina dihadapan sang pemberi.

“Jalanku telah digotong dengan kepastian dibelenggu waktu. Bisakah kau yakinkan pada diriku bahwa jalan itu selalu ada?”
Penuh harap
Febbyalp
3 juli 2014

Kamis, 03 Juli 2014

Edit Posted by with 3 comments


Aku bersama angin laut

Sembari menginjakkan kaki ke pasir kering kemarau sepi, aku menahan panas yang begitu menyerngit ulung hati. Kebiasaanku menghilangkan tragedy saat ini, mengkhayalkan apa yang ingin kuabadikan.
                Terbangun oleh kerang-kerang mungil yang bertebar dipesona pesisir pantai, aku tertegun. Jalan lurus. Tanpa kelokan yang mengunyahku akan waktu itu. Tiada, bersama angin laut menyambar dikala petir hujan sang nimbus.
                Aku dimandikan matahari, sang bersahaja pemalu sakti. Perangai berisik angin menyapu senja, tak lari dari prolog cerita. Seperti menyahut-nyahutku agar pergi ke hulu. Meneduh ke pohon kelapa yang tiada berdahan, hanya lengkungan kayu beririsan untuk duduk dipangkuan.
                Terhanyut dengan sebutir pasir yang saban akan hempasan ombak, aku mengadu pada suara hati. Angin laut telah diseberang, berharap kembali menggoyangkan daun-daun bertulang panjang.
                Titipkan salamku ..
                Wahai kapal yang berlabuh diakhir tebing. ..
                Aku dan dia tak lagi bersatu, bawakan bintang yang memancar terang untuk berlari ke singgasana. Bawakan malam untukku …
                Curahan sinar-sinar membabi buta di cakrawala, bersama indahnya barisan burung-burung kembali keperaduannya.
                Serinai kembali berbisik, tanda kaki kembali melangkah menghanyut sepi.
                                                                               
                                                “Jejak-jejakku bersamamu, kutinggalkan bersama pantai
yang takkan surut oleh takdir pekam maha kuasa”
~Febby alp
3 juli 2014

Minggu, 29 Juni 2014

Find Your Inspiration

Edit Posted by with No comments




Ketika menghadapi masalah apapun, dan kita tidak dapat melaluinya, Kita sering merasa down. Atau bahkan putus asa menghadapi masalah tersebut.  Semua solusi telah kita coba, namun tidak satupun menghasilkan jawaban yang terbaik.
Apakah masalah tersebut harus menghasilkan jawaban yang terbaik? Jika menginginkan hasil yang terbaik, maka usaha yang dibutuhkan juga terbaik pula.
                Dalam keadaan keputus-asaan, terkadang kita memilih orang lain untuk menjawab masalah kita sendiri. Sehingga kita melibatkan orang lain dalam masalah tersebut. Atau kita menyebut bahasa sehari-harinya dengan sebutan curhat. Sebenarnya, curhat tak masalah, asalkan jangan terlalu berlebihan. Belum tentu orang yang kita cap sebagai teman curhat kita, selalu dapat dipercayai. Atau mungkin memang sudah sangat akrab dengannya, kita harus tetap waspada. Karena suatu yang berlebihan itu sangat tidak baik bagi diri kita sendiri. Dan akan berdampak buruk bagi kita.
                Inilah halnya saya membicarakan tentang ini. Sebenarnya kita butuh inspirasi untuk sebuah masalah yang sedang kita hadapi, bukan teman curhat. Karena, teman curhat belum tentu dapat memberikan jawaban yang kita hadapi. Namun, insprasi sudah tentu menjawab semuanya. Sekarang, cara kita menemukan sebuah inspirasi itulah yang kita permasalahkan.
 Inspirasi yang terbaik yang pernah ada di dunia ini adalah diri kita sendiri. Kita banyak yang tidak menyadarinya. Menemukan jati diri kita sendiri, sebenarnya lebih baik ketimbang menunggu seseorang mengungkapkan solusi yang dia berikan kepada kita tentang masalah yang sedang kita hadapi.
                Banyaknya masalah, bukan berarti kita insan yang sangat buruk, atau manusia yang memang ditakdirkan tidak baik dan selalu direndung masalah. Namun, masalah adalah cara yang maha kuasa untuk menguji hambanya yang ia ingin uji. Bahagialah jikalau kita terpilih sebagai hambanya yang diuji. Karna kita manusia pilihan dimatanya.
                ‘Find your Inspiration’. Tinggal menambahkan ‘Have been’. Maka terjawab sudah masalah-masalah yang kita hadapi. ‘Inspiration you have been found’.
                Inspirasi yang terbaik sebenarnya adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa bangkit dari keterperukan karena kemauan kita sendiri. Kita bisa karena kita ada. Kata itu telah membuktikan bahwa kata ada menunjukkan diri sendiri  yang merupakan kunci dari kebisaan kita, kepastian kita, dan keyakinan kita pada hal apapun.
                Jadi, mulailah berpikir kembali. Dirimu sendiri adalah harta terbesar yang kau miliki jika kau selalu merenungkan. Tetap percaya diri dan optimis adalah kekuatan terbesar yang ia miliki. Gunakanlah kemampuan itu, maka kau akan menemukan inspirasi sejatimu. Masalah seberat apapun akan bisa kau hadapi.

Minggu, 25 Mei 2014

Sepenggal Kisah Baru

Edit Posted by with No comments
Febbyalp - Ini menjadi sebuah awal dari pemikiran.
Mengabadikan sebuah momen itu hal yang paling saya sukai. Mengabadikan dalam banyak hal. Mulai dari, Memotret, merekam, menulis, mengindera, merasakan, menikmati, dan satu hal lagi mengigat. Dengan cara apapun agar momen itu menjadi suatu identitas saya.
Mengambil sepenggal tujuan. Bukan sepenggal, namun satu kalimat dari atas. Tentang Menulis.
Menulis Salah satu caraku untuk mengabadikan sebuah momen.
Tentang banyaknya kisah bercerita. Tak ada hal lain untuk mengetahuinya dengan membaca. Aksara yang dibangun. Dan kata kerja aksara itu caranya. #Sangat sulit dimaknai
Tipeku sangat sederhana - Mjk
Melewati sesuatu yang baru. hanya ada 2 gerakan kepala.
  • Kepala tegak disertai dengan menoleh kanan & kiri untuk mencari tujuan jalan.
  • Hanya sekadar menundukkan kepala berharap mendapati ilham sampai ke tujuan jalan.
Memekik pelan tentang arti dari kesederhanaan?
#akan saya kaitkan
cara orang berbeda, sikap orang berbeda, pandangan orang berbeda, pikiran orang berbeda, tanggapan orang berbeda. Ada salah jika saya membuatnya 'Orang Berbeda-beda' ? #BorosKata
Segenap kepribadian telah ditanamkan sejak zaman azazi. Tinggal dibentuk sedemikian rupa agar terlihat seperti guci berkilauan emas diatas museum sebuah rumah. Semua pembedaan ada padanya.
Kepenulisannya, aku yang makanai sendiri
Aku dengan menulis. itu lembaran kertas paradigma.
Pernah suatu ketika, pertanyaan ini tiba di isi tudungku yang padahal aku sendiri yang merangkainya. "Apa yang kau harapkan dari sebuah tulisan? Lihatlah mereka disana, tulisannya sangat bagus darimu. Mereka memang sudah memiliki bakat. Tidak sepertimu! Berharap keras agar menyukai tulisan. Dan lihatlah sekarang, tiada manfaat yang kau buat dari arti sebuah tulisan. Hanya rangkaian abstrak dan itupun dirimu sendiri yang bisa memaknai. Tidak ada bakat sama sekali!!"
Mengapa kau ada? Apa yang membuatmu berada? Dimanakah kau berada? Bagaimana kau dengan yang ada? Kapan kau ada? Siapa yang ada? #5W+1H
Ini kisah ada! Aku memang tidak memiliki bakat. Bakatku hanya untuk berhitung. Ada tidaknya bakat, tak berpotensi penuh pada tulisanku. Menulis itu adalah keahlian. Bukan bakat.
Keahlianku pada tulisan sangat jauh...
"Pernahkah kau bertanya pada seekor elang, bagaimana ia memangsa ular?? Ia memangsa ular dengan menerkam. Lalu mencengkram dengan kedua kakinya. Dan dibawanya ular terbang ke sarangnya"
Apakah cara pemangsaan elang itu dapat dikatakan bakat? Bagaimana dengan binatang lain yang sama-sama memangsa ular? Apakah itu bakat mereka? Jika iya,Seekor anak elang mengapa tak ikut memangsa? Padahal dia juga seekor elang? dia juga butuh daging untuk kelangsungan hidupnya. Jadi, apakah itu termasuk bakat?
Bukan!(Bakat adalah kemampuan yang berupa potensi khusus).
Itu adalah keahlian yang diberikan tuhan kepada seekor elang, serta binatang lain yang sama-sama memangsa ular.
tentang anak elang, Dia sama sepertiku. Melalui pembelajaran serta pengaplikasian orang tuanyalah dia dapat memagsa ular buruannya. Dengan masa-masa yang dilaluinya, terus terjadi proses cara pemangsaan ular oleh anak elang itu dengan cukup sempurna.
Aku, memiliki keahlian dalam menulis. Menulis sesukaku,seadanya, seabstraknya. Melalui tahap pembelajaran aku dapat menulis dengan sempurna, seperti para  penulis ternama.
jadi, menulis itu bukan bakat. Melainkan keahlian.
Aku memang setiap detik merenung. Betapa jeleknya tulisanku!
Namun, lain waktu. renunganku dijawab. AKu hanya seekor anak elang yang masih belajar..
Tiba saatnya ..
Tujuanku menulis sesuka hati adalah meghibur diri dan mengabadikan momen. Tak pernah terpikir olehku menjadi seorang penulis ternama, yang karyanya dikenal oleh semua orang.
Aku mecoba merangkai huruf-huruf menjadi sebuah cerita utuh. Aku sadar, tulisanku sangat jauh dari kesempurnaan.Semakin banyak kau menulis, semakin tinggi kedekatanmu pada kesempurnaan
Intinya, apa yang kau sukai. Cobalah lakukan berulang kali. Takkan ada seorang anak yang gemar jalan kaki, namun dia  terus-menerus masuk pada lobang yang sama. Pasti, dia telah mengetahui dimana letak lobang itu. Itu karena dia sangat gemar berjalan dan berulang kali berjalan.
Ini sepenggal kisah baru tentang paradigma :)

Senin, 28 April 2014

Judul yang lari dari cerita

Edit Posted by with No comments
Ini tulisan antah berantah (Mungkin).
Aku sudah mengeshare ini ke catatan fb aku, tumblr, aku. DLL :v
Selalu berharap. Kata itu yang mengawali tulisan absurd ini. Jam 00:07 tepatnya selesai aku membuat tugas. Jariku langsung bergerak menekan tombol-tombol merangkai  kata perkata. Jari terus bergerak menyalurkan rekaman pikiran kehadapan layar monitor. Aku sejenak berhenti, memikirkan apa yang ingin kutulis lagi.
            Berhenti hingga aku lupa dengan tujuanku. Begitulah semestinya kunamai seorang aku. Larut-berlarut dengan waktu. Aku meniadakan makna sesungguhnya yang tersurat dalam baris kehidupan.
            Waktu yang menipu, memberi kekosongan pada jam-jam. Yang seharusnya kuisi dengan tindakan nyata. Aku lalai! Aku terlalu ceroboh dengan waktu! Khayalan ku yang absurd memenuhi cairan di pikranku untuk menutup kemungkinan mengerjakan.
            Aku terlalu menatap kedepan! Dengan sepasang bola mata. Bola mata yang buta! Tak heran jika aku awali tulisan ini dengan ‘Selalu berharap’. Prolog dalam kisah itu tak pernah bergeser dari apa yang aku buat kedepannya. Tetapi, mengapa masih membayangkan prolog yang baru? Aku seharusnya belajar dari masa lalu. Tetapi, aku tak pernah melakukan itu.
            Sejajarnya pikiran dengan perasaan itu hal yang paling sulit kulakukan. Aku tipe orang yang aneh (mungkin). Setiap aku berpikir, pastikan hatiku berbicara. Aku bisa melakukan 2 kejadian itu sekaligus, tanpa kesalahan. Aku berpikir matematika, namun hatiku bernyanyi. Aku sedang bernyanyi, namun hatiku berdo’a. Aku berkhayal, namun hatiku mengarang tulisan.
            Aneh! Aku telah mencoba mengakurkan mereka. Namun, tetap saja nihil. Tapi, ini tak masalah bagiku. Berjalan dengan semestinya, berpikir dengan sewajarnya, dan berperasaan dengan sejujurnya.
            Kadangkala, kebisuan mengungkapkan cerita. Merekam semuanya secara utuh didalam otak. Dengan diam bersuara hati. Berimajinasi yang membuatku selalu berharap. Diam dalam dunia imajinasi. Berandai seekor ikan yang ditangkap dengan pukat harimau berbeda dengan ikan yang diangkap dengan sebatang tombak bambu. Perbedaan dalam jumlah dan dampak. Begitulah, diam dalam imajinasi. Jika menangkap kata imajinasi dengan pikiran baik, Maka orang akan mengira dia sangat antusias dengan pikirannya. Dia mampu berpikir panjang. Namun, jika menangkap dengan pikiran buruk, maka orang akan mengira dia sangat aneh, pembuang waktu, pengumpul mimpi namun tak jelas. Mungkin sebagiannya lagi dapat tersimpul dalam jiwa sendiri. Perbedaan dampak sangat signifikasi sekali.
            Ini yang menyebakan kekakukan dalam betindak. Perubahan yang perlu ditajamkan!Aku akan mencoba itu. Masih ingatkah dengan gadis senja yang menggantungkan mimpi dilangit kamar? Itu dia!
Yah, sangat absurd. Tak cocok untuk dibaca
Bukan ilmu, bukan berita, hanya curahan serta motivasi untuk diri sendiri.
#Mencobamencintaikata-kata

Sabtu, 12 April 2014

Insyaallah :)

Edit Posted by with No comments
Aku adalah wanita biasa yang berusaha untuk menjadi wanita sholehah, Pendamba surganya Allah SWT ..
Bikhair, Ini yang harus saya lakukan :

- Membiasakan sholat duha
-Lebih sering lagi melaksanakan sholat tahajud
-Mengurangi mendengarkan lagu2 (kecuali nasyid) dan lebih sering mendengarkan bacaaan ayat-ayat suci al-qur’an
-Lebih sering lagi membaca al-qur’an
-Membiasakan diri berbicara dengan bahasa yang sopan (Harus banget ini. Febby Insyallah :))
-Belajar untuk sabar dalam setiap ujian dan diam ketika emosi sedang melanda (hal ini sangat sulit, karna febby orangnya gampang marah / emosional)
-Stop ghibah / nggosip / ngomongin orang (ini juga sama SANGAT SULIT. Karna seorang wanita kalo udah kumpul bareng tmen2nya bawaannya pengen nggosiiippp terus)hehe
-Belajar membiasakan diri memakai pakaian yang sesuai dengan syari’at islam. (tidak ketat, dan tidak tipis)
-Belajar ikhlas, ridho, bersabar dan bersyukur atas segala yang Allah tetapkan atas diri ini.
-Tidak menunda-nunda sholat
-Bersikap ramah terhadap orang lain atau yaaa lebih meningkatkan lagi hubungan sosialnya
-Berbakti pada orang tua 
-Berusaha untuk terus mengingat Allah dengan cara berdzikir (lewat lisan atau hanya dalam hati) di setiap kesempatan. Baik sedang duduk, berbaring dll. Hal ini aku tuliskan karna seorang muslimah sholehah pasti sangat mencintai Allah. Nah bila kita mencintai seseorang pasti kita akan terus mengingat orang yang kita cintai itu. Maka dari itu, jika kita mengaku mencintai Allah tentu kita akan selalu mengingat-Nya. Kapan pun dan dimana pun kita berada.
Mudahkan febby ya Allah agar selalu istiqomah dalam mejalankan ini semua. Untuk menjadi hamba yang lebih baik di mata Allah Swt ..

Ana uhibbuka fillah (Aku mencintainya karna Allah0, maka dari itu Allah adalah cintaku segala-galanya :))
Aamiin Ya Rabb

Kamis, 10 April 2014

Investor

Edit Posted by with No comments


                investor adalah nama khusus untuk seseorang yang melakukan investasi. Dimana, investasi adalah penggunaan tabungan untuk membangun suatu perusahaan baik itu berbentuk konstruksi, rehabilitasi, dan expansi. Tabungan itu tidak lain didapat dari suatu bank yang meminjamkan sejumlah uang kepada investor-investor dengan tingkat suku bunga tertentu.
                Mengapa seorang febby membicarakan tentang investor? Hahah, hal yang patut ditanyakan. Begini, saya ingin mengungkapkan pikiran saya mengenai investor maupun investasi ini. Karna, saya baru saja mempelajari tentang ini di pelajaran EKONOMI semester 2 mengenai Konsumsi, Tabungan, dan Investasi.
                Berhubung masih lengeket banget nih di otak, saya akan menulis sesuai dengan apa yang sedang saya pikirkan. Sebelum semuanya hilang dari pikiran saya ini. Biasa, Alzheimer.
                Pada saat presentasi ekonomi tadi di sekolah, saya menyakan pertanyaan ini kepada kelompok penyaji yang membahas BAB ini. “Apa dampak negatif dari kegiatan Investasi?”. Saya menyanyakan hal itu kepada kelompok penyaji karna saya masih ragu. Apakah pendapat saya mengenai dampak itu sama atau berbeda dengan mereka. Dan mereka pun menjawab dengan jawaban yang singkat “Tidak, Karna investasi memberikan keuntungan kepada pajak negara serta lapangan pekerjaan”. Dan saya mencerna omongan mereka.
                Dan saya pun  menyanggahnya “Bolehkah saya menyanggah?. Menurut saya begini, Suatu kegiatan investasi memiliki dampak negatif. Salah satunya, mematikan usaha rakyat-rakyat kecil. Dengan semakin tingginya investasi, maka semakin tinggi pula kemungkinan investor-investor baru akan muncul. Apalagi, jikalau investor itu melakukan expansi pada perusahaannya. Itu akan menyebabkan kerugian pada usaha-usaha kecil rakyat”.
                Bu ekonomi kembali bertanya kepada saya” Bisakah kamu memberikan contohnya?”. Saya menjawab” Bisa, salah satu contohnya yaitu maraknya indomaret serta alfamart di pekanbaru ini. Bisa dihitung setiap 10 meter, bangunan itu muncul kembali. Itu akan mematikan usaha-usaha kecil rakyat yang hanya bermodalkan papan ataupun sewaan toko-toko. Masayarakat cenderung memilih alfamart ataupun indomaret sebagai tempat berbelanja mereka. Karena, dengan alasan yang logis, Lebih higienis dan murah”
                Jadi, apa peran pemerintah untuk mengatasi hal ini? Investasi dapat  mematikan usaha rakyat-rakyat kecil. Bu ekonomi lalu menjawab, dengan cara meminjamkan modal kepada rakyat yang membuka usahanya melalui KMKP maupun Kredit Usaha Rakyat. Saya akhirnya mengerti. Keraguan saya telah terjawab. Sedikit rancu sih. Heheh
                Oke, diperjelas. Tingginya investasi dapat menyulitkan usaha rakyat kecil berkembang. Walaupun disisi lain, itu menguntukan pagi peluang tenaga kerja serta pajak yang didapat oleh negara. Kita tidak boleh memihak, positif yang dihasilkan oleh investasi ada banyak, walau negatifnya hanya ada satu. Kita harus bisa mengatasi negatif ini dengan efisien, agar tidak ada warga negara indonesia yang merasa dirugikan.
                Apakah tingkat konsumsi seseorang mempengaruhi investasi di suatu negara?. Jawabannya Ya, sangat berpengaruh sekali. Semakin tingginya tingkat konsumsi seseorang menyebabkan jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat. Sehingga, pemerintah atau bank Central akan mengambil langkah sigap untuk mengatasi meningkatnya uang yang beredar ini sebelum terjadinya inflasi. Pemerintah melalui peran-peran bank akan menaikkan suku bunga bank. Sehingga, masayarakat berlomba-lomba untuk menabung, karna suku bunga bank meningkat. Otomatis uang yang mereka tabung akan bertambah. Namun, investor-investor lebih sedikit melakukan peminjaman uang, karna tingkat suku bunga bank meningkat. Karna, pengembalian uang mereka kepada bank pun harus meningkat karna suku bunga bank tersebut.
                Sekian. Heheh, hanya mengungkapkan itu doang. Wassalam